Tips Menjaga Kesehatan Gigi Saat Puasa

Biasanya bau mulut bakal menjadi tidak cukup sedap saat mengerjakan puasa. Hal ini diakibatkan oleh suasana mulut yang tidak ditembus makanan atau minuman selama sejumlah waktu. Karena nyatanya, makanan dan minuman yang beraroma akan menciptakan mulut berbau lebih segar dan wangi sedikit. Yuk, simak aturan bagaimana sikat gigi ketika puasa di bawah ini.

Kapan saja mesti sikat gigi ketika puasa?

American Dental Association menganjurkan tiap pribadi untuk menyikat gigi dua kali sehari, dengan memakai pasta gigi yang berisi fluoride. Hal itu adalahaturan standar dan mesti untuk dilaksanakan sehari-hari.

Nah, dengan permasalahan yang tidak banyak berbeda, sikat gigi ketika puasa dapat dilakukan sebelum istirahat di waktu sesudah berbuka dan setelah mencicipi hidangan sahur. Keduanya dapat dilakukan pada ketika di mana kita boleh santap dan minum. 

Saat kita menyikat gigi, kita berupaya guna menghilangkan saldo makanan, plak, dan wewangian tidak sedap pada mulut. Banyak yang mengambinghitamkan dalil puasa guna tidak menyikat gigi karena dalil takut batal. Sayangnya, urusan tersebut jelas salah dah riskan jika dilaksanakan terus menerus.

Jika Anda tidak jarang tidak sikat gigi ketika puasa, bakteri dan kotoran saldo makanan sahur dan berbuka dapat memecah enamel gigi dan mengakibatkan rongga kecil tak terlihat. Lama kelamaan, saldo makanan itu akan pulang menjadi plak yang mengeras menjadi karang gigi, sampai-sampai lebih susah dan sulit untuk membersihkannya sekitar puasa.

Tips menjaga kesucian gigi ketika puasa

Di samping menyikat gigi, American Dental Association menganjurkan Anda untuk mengerjakan perawatan tidak banyak lebih tambahan untuk menjaga kesucian gigi ketika puasa. kita juga dapat menambahnya dengan mencuci gigi memakai benang gigi atau floss, dan obat kumur. Yuk simak tips-tipsnya inilah ini.

1. Raih seluruh bagian gigi dengan sikat

Pastikan kita menyikat seluruh bagian gigi Anda. Menyikat gigi dipecah 3 bagian, yakni menyikat permukaan unsur dalam, permukaan luar dan permukaan gigi yang mengunyah.

2. Jangan langsung berkumur

Setelah menyikat gigi, tidak boleh langsung berkumur. Mengapa demikian? Berkumur pada dasarnya akan mencuci dan meminimalisir efek zat fluoride pada saldo pasta gigi, sehingga pemakaian pasta gigi jadi tidak maksimal hasilnya. Baiknya tunggu sampai 5-10 menit, baru kita boleh berkumur.

3. Gunakan benang gigi (dental floss)

Sambil menantikan efek kerja fluoride pasta gigi supaya bekerja maksimal, Anda dapat membersihkan gigi memakai benang eksklusif yang dapat membasmi saldo makanan yang tersisa di sela-sela gigi, sebab kebanyakan faedah sikat kurang dapat menjangkau ke sela-sela tertentu unsur gigi.

Flossing atau benang gigi, bukan hanya bermanfaat menghempas makanan yang menyelip salah satu sela gigi Anda. Benang gigi, seringkali juga berfungsi mengurangi risiko gigi infeksi, bau mulut, dan bahkan menghilangkan plak yang terbentuk di sepanjang garis gusi. Begini teknik pemakaiannya:

Ambil 20-30 cm benang atau pita gigi, pegang ke dua ujungnya sampai-sampai ada saldo benang yang bermanfaat untuk membersihkan.
Taruh dan letakan benang salah satu sela gigi dan ke wilayah antara gigi dan gusi.
Angkat dengan gerakan naik turun salah satu masing-masing gigi, untuk menerbitkan sisa makanan dan plak.

4. Gunakan obat kumur

Setelah menyikat dan mencuci gigi sudah usai, sekarang saatnya Anda dapat menggunakan obat kumur yang berisi fluoride guna dapat menolong mencegah kehancuran gigi. Pilih cairan obat kumur yang tidak berisi alkohol. kita pun dapat menggunakannya di masa-masa sahur, untuk mendapatkan wewangian dan wangi yang segar pada mulut Anda.

Tidak ada komentar