Infeksi Jamur Vagina, ini 5 Penyebab yang Paling Umum


Faktanya, perempuan dapat merasakan infeksi jamur vagina minimal 1 hingga 2 kali dalam hidupnya. Hal ini ditandai dengan vagina gatal, panas, keputihan secara berlebihan, sampai menikmati sakit ketika buang air kecil. Sebelum mulai menggali pengobatan, usahakan cari tahu dulu penyebab infeksi jamur vagina.

Apa saja penyebab infeksi jamur vagina?

Vagina yang sehat sebenarnya mempunyai sedikit koloni jamur dan bakteri baik. Namun saat populasinya jadi terus berlipat ganda karena dirangsang oleh satu dan beda hal, jamur yang menghuni vagina dapat merangsang infeksi.

Penyebab infeksi jamur vagina yang sangat umum ialah pertumbuhan jamur Candida albicans yang kelewat batas. Pertumbuhan jamur ini bisa diperparah dampak berbagai kondisi, di antaranya:

1. Pakai celana dalam ketat

Kebiasaan memakai celana dalam atau jeans ketat dapat menjadi di antara penyebab infeksi jamur vagina. Tanareh Shirazian, MD, seorang asisten dosen dari Departemen Kebidanan dan Kandungan di NYU Langone Medical Center, mengungkap untuk Prevention bahwa celana dalam ketat dapat menciptakan area vagina menjadi lembap sehingga merangsang pertumbuhan jamur secara berlebihan.

2. Perubahan hormon

Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron ketika hamil, menyusui, atau memakai pil KB dapat merangsang infeksi jamur vagina. Kadar estrogen yang tinggi menciptakan vagina menghasilkan lebih tidak sedikit glikogen (simpanan glukosa dalam otot), sampai-sampai jamur tumbuh subur di vagina.

3. Minum antibiotik

Antibiotik, misalnya tetrasiklin atau amoxicillin, memang dapat menolong melawan infeksi bakteri yang menyerang tubuh. Akan tetapi, jenis obat ini pun menjadi penyebab infeksi jamur vagina, lho.

Kandungan antibiotik bisa membunuh bakteri sehat dan mengganggu ekuilibrium pH pada vagina. Akibatnya, perkembangan jamur jadi tidak terkendali dan merangsang infeksi pada vagina.

4. Punya diabetes yang tidak terkontrol

Gula ialah makanan kesayangan jamur guna tumbuh dan berkembang biak. Jika kadar gula darah dalam tubuh tidak terkontrol, maka jaringan empuk dan cairan vagina Anda bakal berisi tidak sedikit glukosa. Akibatnya, perkembangan jamur pada vagina jadi bertambah dan mengakibatkan infeksi.

5. Sistem imun lemah

Wanita dengan sistem imun yang lemah, contohnya terkena HIV/AIDS, menjalani kemoterapi, atau baru saja menerima cangkok organ, lebih berisiko terkena sekian banyak penyakit, tidak terkecuali infeksi jamur vagina.

Sistem imun yang lemah menciptakan tubuh tidak dapat melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Bakteri dan virus dalam tubuh bakal menang dan bisa menginfeksi tubuh dengan lebih mudah.

Tidak ada komentar